Explore 3 Tempat Wisata Religi di Kota Medan Ini Cukup Seharian

Explore 3 Tempat Wisata Religi di Kota Medan Ini Cukup Seharian

Wisata Religi di Kota MedanΒ sebetulnya bukan tujuan utama gue pas backpacker 8 hari ke Medan – Aceh – Sabang kemarin. Karena dibayangan gue, Medan ya… Danau Toba, Air Terjun Sipiso-Piso, Bukit Lawang, Pulau Mursala di Sibolga dan tempat wisata alam di Medan lainnya yang terkenal dan ciamik.

Tapi semua itu sirna karena travel buddy gue, Dendy mendadak ngajak buat explore Aceh dan Sabang setelah sampai Medan. Akhirnya, gue baru sempet explore Medan di hari pertama landed langsung ke Tjong A Fie Mansion dan di 2 hari sebelum pulang ke Jakarta.

So, gue manfaatin 1 hari buat explore 3 tempat wisata religi di Kota Medan ditemenin Kak Dita, private guide plus video editor handal DAAI TV. Doi bolos kerja demi nememin gue keliling Kota Medan sehari sebelum pulang. Psstt.. jangan bilang-bilang ke temen kantornya ya! Katanya biar tripnya gue di Medan jadi berkesan.

Padahal yang bikin berkesan engga pernah nyadar kalo dia itu membekas di hati.

Elah, Li 😌

Dan ini dia 3 tempat wisata religi di Kota Medan yang bisa di-explore dalam satu hari:

 

1. Masjid Raya Medan

wisata religi di Kota Medan

Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan ini menarik perhatian gue, sekilas bentuk kubahnya mirip sama Masjid Baiturrahman Aceh. Masjid yang memiliki nama asli Masjid Raya Al Mashun ini didirikan oleh Sultan Mashun Al Rasyid Perkasa Alam pemimpin Kesultanan Deli di tanggal 21 Agustus 1906.

 

wisata religi di Kota Medan

Nama asli Masjid Raya Medan

Desain masjid ini dirancang oleh Arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang Istana Maimun. Dan proses pembangunannya dikerjakan oleh JA Tingdeman yang memberikan sentuhan corak bangunan campuran Maroko, Eropa, Melayu dan Timur Tengah.

 

wisata religi di Kota Medan

Corak Timur Tengah di dalam Masjid

Ornamen masjid mulai dari dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan banyak hiasan bunga. Konon katanya, kaca-kaca patri yang menghiasi jendela-jendela masjid itu sisa peninggalan art nouveau periode 1890-1914.

 

wisata religi di Kota Medan

Ornamen Masjid

Pembangunan masjid selesai dalam 3 tahun, tepatnya tanggal 10 September 1909 dan memakan biaya sampai 1 juta Gulden. Kalo sekarang 1 Gulden 7 ribuan, bisa kebayang berapa banyaknya jaman dulu?

 

wisata religi di Kota Medan

Lampu di dalam Masjid

Sultan membangun masjid yang lebih megah dari istananya ini dengan budget sendiri, juga dapat support dari Tjong A Fie. Bangunan masjidnya terbagi menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Dan masjid ini dipakai sebagai tempat shalat Jum’at untuk pertama kalinya di Medan.

 

wisata religi di Kota Medan

Pintu Masjid

Gue mana bisa nolak pas diajak Kak Dita buat mampir ke tempat wisata religi di Kota Medan yang satu ini? Dari pinggir jalan aja, gue udah penasaran mau masuk ke dalam masjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja pusat Kota Medan.

 

wisata religi di Kota Medan

Bagian pintu masuk Masjid. In frame: Dita my guide

Buat bisa masuk ke dalam sini, berhubung gue non Muslim, gue harus pakai kerudung untuk menutupi kepala. Pas di depan pintu masuk, gue isi buku tamu dulu dan memberikan sumbangan (ini gak wajib, berapa aja Kalian bisa kasih).

 

wisata religi di Kota Medan

Gerbang Masjid Raya Medan

Setelah masuk pelataran dan mau masuk ke dalam masjid, gue harus lepas sepatu dan titip di bagian penitipan sepatu. Baru deh gue bisa masuk ke dalam masjid, ada yang lagi pengajian, ada yang lagi shalat dan emang asli, masjid ini indah banget.

Gue berasa lagi tour ke Turkey πŸ˜†

Salam dari Medan. Medan yg juga terlalu berkesan. Bukan cuma karena destinasi-destinasi yg dikunjungi tapi lebih dari itu, karena siapa guide yg dampinginnya. Makasih banyak buat guide, mamak mudaku, bosku, pembalap liarku @ditaramayani44 yang udah keren banget udah ngajak keliling kota Medan mulai dari Istana Maimun, Masjid Raya Al-Massun, Gereja Velangkani, Vihara Maitreya, Lapangan Merdeka Walk sampai makan Durian Ucok tengah malam bareng @nurhadipratama 😁 So, gue suka banget perjalanan kali ini. Berkesan banget, sumveh. Banyak ketawa sampe bego, waktu abis buat debat mau makan malam pake apa sampe ngetawain duren yg pait kek rasa obat πŸ˜‚ Dan kami mengakhiri perjalanan dengan main ke kantor Dita dan abang Tama haha. Serius sih, trip anti mainstream banget ini. Terima kasih sudah mau direpotkan dan nemenin solo backpacker manja ini. Dinantikan trip-trip seru lainnya ya, gais! #exploreindonesia #exploremedan #instatravel #masjidraya #jalanjalan #piknikasik #discoverindonesia #adventure #instagood #livefolk #peopleinframe #exploretocreate #visualoflife #lingkarindonesia #indonesiabagus #jelajahindonesia #kelilingindonesia #keluarsebentar #liburmulu #nomadlife #photooftheday

A post shared by L I A N A (@lianawati17) on

 

Setelah selesai keliling dan foto, gue siap-siap berbegas ke destinasi berikutnya. Eits, tapi gue harus bayar lagi di tempat penitipan sepatu. Katanya seikhlasnya aja, saran dari Kak Dita sih 5 ribu juga cukup.

 

wisata religi di Kota Medan

Bagian lain Masjid Raya Medan

Buat temen-temen yang mau masuk ke masjid ini, letaknya strategis banget ada di pinggir jalan dan masjid ini bisa dikunjungi setiap hari. Kalian bisa naik transportasi umum, naik motor atau mobil. Parkiran motor dan mobil ada di halaman depan sebelum pintu masuk. Ini nih peta masjid-nya:

Penasaran gak sama Lamreh Aceh yang punya mantra? Ati-ati bacanya!

 

 

2. Gereja Graha Maria Annai Velangkanni Medan

Setelah sekian lama gue ga posting foto dan tulisan. Malem ini pas gue post foto, gue baru aja nyelesain 1 artikel tentang wisata religi di Kota Medan dalam 1 hari. Ternyata ketika kerja freelance, gue harus lebih bisa membagi waktu. Tantangan terbesarnya adalah naklukin diri gue sendiri. Kalo gue ga bisa ngatur waktu, ya hasilnya kerjaan gue juga jadi lelet πŸ˜‚ Alhasil, malem ini gue baru bisa post 1 foto yang paling berkesan buat gue selama trip di Medan. Setelah gue memberanikan diri naik bus sendiri dari Aceh ke Medan. Syukurnya di Medan gue ga sendiri, ada guide yg jatoh dari langit @ditaramayani44 dan dampingin gue keliling kota. Gue bersyukur bgt masih bisa sampe di sana dgn selamat. Gue sempet berdoa di gereja sana. Isi doa gue cuma soal ucapan syukur aja, boro-boro berdoa minta jodoh, ada yg nemenin dan nampung gue aja itu udah lebih dari cukup πŸ˜‚ Ngomong-ngomong, gereja yg waktu itu kami kunjungi bentuknya unik banget mirip sama kuil-kuil di India. Nama gerejanya Graha Maria Annai Velangkani. Konon katanya, pendiri gereja ini memang terinspirasi dgn kuil di India. Dan gereja ini dibangun setelah Bunda Maria menampakan diri di India. Ada banyak cerita dan fakta menarik soal gereja ini. Gue ga sabar mau publish artikelnya, tinggal ngedit foto-fotonya biar makin ciamik. Tungguin ya cerita lengkapnya di ceritaliana.com 😊 #exploreindonesia #exploremedan #visitsumut #gerejakatolik #grahamariaannaivelangkanni #church #indonesiaculture #pesonaindonesia #indonesia #travelblogger #travelphotography #instagood #exploretocreate #visualoflife #artofvisuals #aov #moodygrams #photooftheday #instadaily #travelling #discoverindonesia #sony #sonyalpha #indonesiabagus #indonesiajuara

A post shared by L I A N A (@lianawati17) on

 

Tempat wisata religi di Kota Medan berikutnya yang dikunjungi adalah Gereja Graha Maria Annai Velangkanni. Lokasinya di Jalan Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat sekitar 40 menit dari pusat kota. Kalian bisa naik transportasi umum buat ke sana, turun di gang-nya dan jalan kaki ke dalem sekitar 10 menitan.

 

wisata religi di Kota Medan

Gerbang Gereja

Pertama kali liat bangunan gereja ini, unik banget, bentuknya mirip sama kuil tempat beribadah umat Hindu. Usut punya usut, ternyata gereja katolik ini didirikan oleh Pastor James Bharataputra yang terinspirasi dari kuil di India. Bukan cuma bangunan luarnya aja yang mirip kuil, bagian dalam gerejapun sama, desain interiornya mirip kuil. Selain itu ada banyak relief-relief dan ayat-ayat Alkitab yang terpahat di dinding.

 

wisata religi di Kota Medan

Patung di depan gereja

wisata religi di Kota Medan

Lantai satu gereja

wisata religi di Kota Medan

Tangga menuju lantai dua gereja. In frame: Dita my guide

wisata religi di Kota Medan

Relief ayat Alkitab

Nama gereja ini berasal dari bahasa India, Annai artinya bunda dan Velangkanni itu nama desa di India. Konon katanya, di abad ke-17, Bunda Maria menampakan diri di pesisir desa Velangkanni.

Gereja yang dibangun tahun 2001 ini terbuka untuk umum dan gratis masuknya. Banyak wisatawan (termasuk gue) yang sengaja berkunjung ke sini. Bangunan gereja sangat megah, terdiri atas 2 lantai. Lantai 1 itu aula buat ibadah dan di lantai 2 juga aula untuk ibadah tapi ada patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus yang didatangkan langsung dari India.

 

wisata religi di Kota Medan

Lantai dua gereja

wisata religi di Kota Medan

Patung di lantai dua

Ada lukisan gambar perjamuan kudus Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya yang terakhir, ditambah megah lagi dengan kaca patri yang berisi lukisan tentang Tuhan Yesus dan pilar-pilar yang berdiri kokoh. Pembangunan gereja ini mencapai angka 4 miliar yang berasal dari persembahan jemaat dan support dari negara Singapore dan India.

 

wisata religi di Kota Medan

Bagian samping gereja

wisata religi di Kota Medan

Indahnya arsitektur gereja

wisata religi di Kota Medan

Bagian lain dari gereja

wisata religi di Kota Medan

Tempat beribadah untuk umat Hindu

Gereja Graha Maria Annai Velangkanni ini menyediakan tempat tinggal buat pengunjung yang rumahnya jauh. Kaya gue pas backpacker-an kemarin, bisa stay di sana gratis dan gak ada batasan hari. Di bagian lain, ada taman bermain buat anak-anak, kantin dan fasilitas parkiran yang luas.

 

wisata religi di Kota Medan

Taman di gereja

wisata religi di Kota Medan

Terdapat patung Tuhan Yesus bersama anak-anak

wisata religi di Kota Medan

Replika Tuhan Yesus lahir

wisata religi di Kota Medan

Replika Bethlehem

wisata religi di Kota Medan

Masih bagian dari taman

β€œTadi ketemu mata air Bunda Maria engga?” Tanya Kak Dita, di jalan pulang setelah dari gereja

β€œEngga kak, emang ada di sebelah mana?” Gue malah balik nanya πŸ˜„

Jadi, ada keajaiban terjadi di sana saat gereja selesai dibangun. Muncul mata air tepat di bawah telapak kaki patung Bunda Maria. Air itu dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Makanya gak jarang banyak wisatawan ke sini yang mengharapkan kesembuhan dari air tersebut. Menarik juga ya, sayangnya gue ga engeh di mana posisinya si mata air itu.

Oleh-oleh foto lainnya:

Bener juga kata temen gue, kebanyakan nulis buat kerjaan sampe gue belom sempet-sempet nulis buat blog sendiri. Malem ini, akhirnya gue lanjut draft artikel wisata religi di Medan cuma dalam satu hari aja. Dan gue nemu foto ini pas pilih-pilih foto mana aja yang mau gue edit. Ini menarik guys, jadi yang in frame dalam foto itu petugas yang bekerja di Gereja Annai Velangkanni. Gereja untuk umat Khatolik tapi bangunannya mirip kuil Hindu di India. Petugas-petugasnya itu juga berparas seperti orang India. Dari yang bersih-bersih, siram tanaman, jaga di pintu masuk, kebanyakan item-item manis gitu, berhidung mancung dan mereka ramah. Asli, ramah banget. Gue nanya-nanya ga dimarahin dan dijawab dengan sabar dan jelas. Maklum, kadang gue kalo kepo nanya terus kek anak ilang πŸ˜‚ Nah, artikelnya masih proses. Sekarang lagi edit foto-fotonya dulu. Ga sabar mau posting artikel baru di ceritaliana.com πŸ™‹ ___________________________________________________________ Tags: #exploremedan #visitmedan #exploresumut #visitsumut #annaivelangkani #grahabundamariaannaivelangkanni #pesonaindonesia #jurnalindonesiakaya #indonesiabagus #hellonusantara #instasunda #instagood #exploretocreate #visualoflife #artofvisuals #moodygrams #beautifuldestinations #streetphotography #peopleinframe #travelblogger #travelphotography #photooftheday

A post shared by L I A N A (@lianawati17) on

 

wisata religi di Kota Medan

Papan welcome di dalam area gereja

wisata religi di Kota Medan

Masih patung di lantai dua

wisata religi di Kota Medan

Bagian belakang gereja

Peta menuju gereja:

 

 

3. Vihara Maitreya Medan

wisata religi di Kota Medan

Bagian paling depan vihara

wisata religi di Kota Medan

Vihara Maitreya Medan

wisata religi di Kota Medan

Bagian depan Vihara Maitreya Medan

Wisata religi di Kota Medan gak lengkap rasanya kalo engga berkunjung ke Vihara Maitreya. Vihara yang juga dikenal dengan nama Vihara Cemara Asri ini terletak di komplek Perumahan Cemara Asri, Jalan Boulevard Utara, persis di seberang Sekolah Maitreyawira. Buat masuk ke vihara ini, karena gak ada transportasi umum jadi Kalian bisa order ojek online dari depan gerbang perumahan.

 

wisata religi di Kota Medan

Altar untuk beribadah

wisata religi di Kota Medan

Suasana khusyu beribadah

Balik lagi tentang cerita waktu trip ke Medan kemarin. Gue pergi ke beberapa tempat wisata religi. Salah satunya ini Vihara Maitreya. Vihara yg dibangun taun 1991 ini, jadi vihara terbesar di Indonesia. Vihara ini dipakai buat tempat ibadah umat Buddha di Medan. Nama Maitreya sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya Cinta Kasih. Gue sendiri amazed banget pas sampe sana. Lokasinya ada di dalem perumahan tapi banguannya luas banget. Di seberang vihara ini ada sekolah Maitreya yang (buat gue) super gede dan mewah banget. Dan ga jauh dari vihara ini, ada danau yg dihuni banyak burung bangau. Di sampingnya, ada tempat santai-santai, ada yg jual makanan dan minuman. Gue aja betah banget duduk di sana sambil ngobrol-ngobrol sama guide berkesan, @ditaramayani44 😁 Maaf masih belom bisa move on, lagi ngedit foto + tulisan tentang seharian wisata religi di Kota Medan. Aish, akhirnya udah mau kelar πŸ˜‚ Gue sendiri emang seneng banget bisa explore tempat2 ibadah di suatu tempat. Terlepas dari gue yg non muslim, masuk-masuk ke masjid, pake kerudung, berdoa di gereja, masuk ke vihara, masuk ke pura. Ah, semuanya kasih gue banyak pengalaman. So, kalo kalian ada rencana wisata religi kemana? _________________________________________________________ Tags: #exploreindonesia #exploremedan #exploresumatra #visitsumatera #medan #viharamaitreya #wisatareligi #wisatamedan #visitmedan #pesonaindonesia #indonesiajuara #exploretocreate #instatravel #culture #indotravellers #parapejalan #lingkariindonesia #budayaindonesia #bhinekatunggalika #indonesiakaya #jurnalindonesiakaya #indonesia #indonesia_photography #picoftheday

A post shared by L I A N A (@lianawati17) on

 

Masuk ke Vihara Maitreya Medan ini gratis dan siapa aja boleh asalkan tetap menjaga ketenangan di sana karena di dalamnya banyak yang beribadah. Vihara terbesar di Indonesia ini memiliki luas 4,5 hektare terdiri dari 3 gedung utama yang bisa menampung lebih dari 5000 orang. Dan vihara di Kota Medan yang satu ini sudah diresmikan sejak 21 Agustus 2008.

 

wisata religi di Kota Medan

Peresmian vihara

 

Kebetulan pas ke sana di tanggal 13 Feb 2018, nah 3 hari lagi Imlek jadi vihara dihiasi dengan ornamen-ornamen menyambut Imlek.

 

wisata religi di Kota Medan

Bagian dalam vihara

wisata religi di Kota Medan

Ornamen Imlek

wisata religi di Kota Medan

Masih ornamen di dalam vihara

 

Vihara Maitreya Medan dibangun tahun 1991, dilengkapi dengan kolam ikan koi, danau dan taman burung di area tidak jauh dari vihara. Ada tukang jajan, meja-meja untuk duduk menikmati pemandangan sekitar dan angin sepoi-sepoi. Duh, bikin betah guys!

 

wisata religi di Kota Medan

Danau yang masih merupakan bagian dari vihara

wisata religi di Kota Medan

Taman burung

wisata religi di Kota Medan

Tempat jajan pinggir danau

Ini peta menuju Vihara Maitreya, barangkali Kalian mau ke sana:

 

Selama di Medan, gue dan Kak Dita keliling naik motor. FYI aja guys, Medan itu kota metropolitan banget, banyak gedung-gedung perkantoran, mall-mall, tempat makan sampe berbagai transportasi umum juga tersedia, mirip Jakarta. Cuma sayang, banyak lubang di jalan-jalan protokol, berdebu banget jalanannya dan macet dimana-mana.

Gue saranin buat Kalian yang mau keliling kota Medan, jangan lupa pake masker dan helm kalo yang naik motor. Pastinya kudu ati-ati banget karena kendaraan di sana kecepatannya super cepet. Parah sih, driver-nya mengendarai kaya gak ada rem-nya apa lagi driver bentor (becak motor) πŸ˜‚

Tapi terlepas dari itu semua, gue enjoy kok, enjoy banget malah. Mungkin karena temen ngetripnya yang asik dan desinasinya emang ciamik. So guys, itu dia 3 tempat wisata religi di Kota Medan yang bisa di-explore dalam waktu seharian aja.

Ada yang pernah wisata religi di Kota Medan juga kah? Boleh share pengalaman Kalian di kolom komentar ya.

Selamat jalan-jalan, jangan lupa cerita!

 



81 thoughts on “Explore 3 Tempat Wisata Religi di Kota Medan Ini Cukup Seharian”

  • Tempat ibadahnya megah-megah dan menarik-menarik banget! Saya paling terpukau dengan masjid rayanya. Ornamen dan warnanya betul-betul cantik dan berkelas. Saya jadi harus mengakui lagi bahwa ada sesuatu pada bangunan-bangunan masa lalu yang kayaknya tidak ada jika dibandingkan dengan bangunan dari masa sekarang. Menarik juga toleransinya, bagaimana sebuah masjid bisa dirancang oleh arsitek yang kemungkinan besar nonmuslim dan biaya pembangunannya disokong oleh saudagar Tionghoa. Selain itu, adanya tempat ibadah Hindu di kompleks gereja itu juga bentuk toleransi yang menurut saya sangat cantik. Banyak kota di Indonesia yang menurut saya harus belajar toleransi dari Medan.

    • Terima kasih sudah mampir ya mas Gara πŸ™‚

      Setuju! Ada banyak hal di bangunan-bangunan lama yang gak ada di bangunan sekarang. Jaman sekarang semua serba didesain minimalis dan yg penting cepat jadi. Begitupun dengan tempat ibadah.

      Semoga makin banyak kota seperti Medan ya mas, tingkat toleransinya sangat tinggi πŸ™‚

  • Wah komplit, ya Mbak
    Saya tuh punya kartu pos gambar masjid ini dikirimin teman.
    Entah kapan bisa kesana beneran. Selain itu ada teman SD juga yang katanya posisi di Medan sekarang.

    • Iya Mbak Rahmah, seharian bisa ke-3 tempat wisata religi itu dan tempatnya memang indah-indah banget.
      Nah, itu bisa sekalian reuni mbak sama kawan SD πŸ˜€
      Nanti kalau jadi ke sana, jangan lupa cerita-cerita ya!

  • duh sejuknya hati, kalau pas habis sembahyang bisa duduk duduk ditepi danau sambil liat burung burung terbang.
    Kapan waktu semoga bisa kesana bareng lu ya li πŸ™‚

  • Mbak Liana terkeceh emang! Gak foto-fotonya, gak tulisannya begitu ciamik.
    Btw Masjid Raya Medannya keren, gue seneng kalo mampir ke masjid karena selain bisa beribadah juga menenangkan hati. Apalagi kalo denger cerita di balik bangunan masjid itu, seakan banyak makna dan pelajaran yang juga bisa kita ambil hikmahnya.

    Jadi pengen cepet2 ngucapin ijab qabul di masjid nih. Eh. Hahaha.

    • Aduh, lagi-lagi dikomen blogger kondang, jadi gimana gitu rasanya πŸ˜€
      Btw many thanks ya Mas Alek, tos dulu! karena gue juga suka ke masjid dan tempat-tempat religi lainnya di kota lain, mereka punya cerita dan sensasi yg beda.

      Jadi mau doain mas nih biar cepet-cepet Ijab Qabul. Eh, jangan lupa undang-undang ya!

  • Suka sekali dengan desain arsitektur ketiga tempat itu. Sepertinya aku bakal betah kalo berada di sana sambil ngobrolin banyak hal tentang tempat itu.
    Bangunan-bangunan jaman dulu memang unik dan memiliki karaternya sendiri. Oyaa, masjid kauman semarang juga di desain oleh orang belanda.

    Jadi inget omongan driverku pas di medan. “Kalau di sini mas, ga mau motong yaa ga bisa jalan. Jadi kalo mau jalan, yaa mesti motong jalan. Meski jalan macet.” wkwkwkwkwk

    • Hi Masvay! Makasih udah mampir ke rumahku haha
      Iya, tempat-tempat ibadah punya ceritanya masing-masing. cerita yang seru, yang membawa kita ke masa lalu.
      Eh, iya mas, masa lalu :p

      Btw emang iya mas, macets banget. kacau! jadi para driver saling potong-potongan ya.
      moga pas ke sana lagi udah engga semacet kemarin-kemarin.

  • Senang ya bisa berkunjung ke beberapa tempat ibadah yang berbeda. Selain berwisata juga mengingatkan kita tentang toleransi dan hidup di negeri yang bhineka tunggal ika ini. πŸ™‚

    • Hi Kak Din, setuju banget πŸ™‚
      Keliling tempat wisata religi di sana bener-bener kasih tau soal keberagaman dan toleransi umat beragama yang tinggi.
      Kapan ada waktu, coba berkunjung ke-3 tempat di atas ya kak. Pemandangannya secara langsung bener-bener bikin inget terus πŸ™‚

  • Dari awal baca sampai akhir cuma kata “wow” yang terus aku ucap setiap foto-foto bangunan tempat ibadahnya.
    Semuanya megah dan indah. Yang penting selama di tempat ibadah juga tetap sopan dan menyadari kalau tempat yang dikunjungi ini tempat buat ibadah, bukan tempat bermain-main.
    Keren asli

    • Emang tempat-tempatnya “Wow” banget Mas. Asli. Apa lagi kalo liat langsung.
      Iyes, setuju banget. yang penting tetep jaga sikap dan berpakaian sopan ketika berkunjung ke sana.
      Makasih sudah mampir Mas πŸ™‚

    • Hi Mas, disegerakanlah main-main ke Medan.
      Asli, ciamik-ciamik emang wisatanya. Sayang saya belum sempat ke Danau Toba, Brastagi dan wisata alam yg terkenal lainnya.
      Mungkin pertanda kudu balik ke Medan πŸ˜€
      Siapa tau bisa bareng Mas hihi

    • Hi Mas, terima kasih sudah mampir πŸ™‚
      Medan memang menarik. Wajib segera direalisasikan traveling ke Medan-nya.
      Selamat jalan-jalan Mas, jangan lupa cerita.

    • Iya mas, setuju!
      Medan terlalu menarik nih, itu baru wisata di kotanya aja. Belum lagi di Medan bagian lainnya seperti Prapat sampai Brastagi.
      Kayanya seru tuh ya mas keliling Medan naik sepeda πŸ˜€

  • Heh dek! Ini sih udah mantap jaya… but bagi gue yg sangat amat ga suka sejarah, mgkn agak membosankan, tapi kalo lo post sebagai content gt, mgkn bisa lebih signifikan terhadap penjelasan setiap sejarahnya… saran yaaa dek, but bagi yg suka dan khusus pecinta baca gtu, pasti suka bgt!
    Kalo gue lebih suka, cara menuju sanaa, apa aja yg bisa gue eksplor lebih bukan hanya gereja, masjid dan lain” dek.
    Ceritain dong, sekeliling dan cara kesana dek? Gue walau blm pernah kesana, tapi pgn bgt kesana😁

    • Hi kak, mantap dijiwa banget ini mah komennya :*
      Makasih udah mampir dan sempetin waktu ke sini kak, sarannya berarti banget buat gue πŸ™‚
      Pasti, soon bakal gue ceritain explore kemana aja selama trip Medan-Aceh-Sabang.
      Nantikan ya kak :p

  • Wah tjakep kak banyak juga ya wisata religi di Medan, kirain medan cuman ada durian ajah kak, contentnya juga bagus kak cara nulisnya btw…

    • Hi kak Sasty, makasih sudah mampir dan makasih buat apresiasinya πŸ™‚
      Iya, Medan ciamik nih. Doi engga melulu tentang durian tapi lebih dari itu, Medan punya sejuta pesona hihi
      Kapan ada waktu, nyok explore Medan!

  • Foto hasil jepretanmu bagus2 mbak, sudah lama saya ingin ke Medan, tadinya malah mau besanan sama orang sana, eh ternyata belum jodoh, jadi ke Medan untuk traveling deh

    • Halo mbak Ev, makasih sudah mampir ya. Makasih juga buat apresiasinya πŸ™‚
      Wah, belum jodoh ya. Gpp, nanti dapet yang lebih kece ya Mbake hihi
      Tapi emng cowo Medan itu lebih menarik πŸ˜€

      Btw kalau mau explore Medan lagi boleh berkabar mbake, saya ada kawan di sana πŸ™‚

    • Yuk Mbak ke Medan πŸ˜€
      Bukan cuma wisata religinya aja yg menarik, kulinernya juga gak kalah menarik Mbak.
      Pastinya kamu harus coba soto Medan, makan di Resto Tip Top, nyoba durian Ucok sampe makan mie pansit legendaris πŸ™‚

  • Beuh, bagus banget pemandangannya, masjidnya juga keren, aku sangat suka ke masjid kalau setiap travelling. Pertama memang untuk tujuan shalat sekaligus istirahat. Dan masjid selalu bikin adem, tentrem,.. semoga bisa ke Medan langsung dan bisa merasakan shalat di salah satu masjidnya..

    • wah, amin kak. semoga bisa shalat di Masjid Raya Medan ya, sekalian expore dalem bagian masjid. indah-indah banget.
      tempat ibadah, engga dimana-mana selalu bikin adem ya kak.
      btw, terima kasih sudah mampir πŸ™‚

    • Iya Bun, difoto aja megah banget ya apa lagi kalo Bunda masuk ke dalamnya.
      Iya, sering ada buka puasa bersama juga di sana, kali-kali bisa buka puasa di sana ya Bun πŸ™‚

  • Waktu itu pernah ke Medan tapi cuma sehari…dan tempat yang sempat saya kunjungi cuma Masjid Raya Medan, sayangnya karena keterbatasan waktu tak sempat untuk masuk dan menikmati desain arsitektur yang memadukan 3 negara itu….mungkin lain waktu semoga ada waktu buat main ke Ibukota Sumatera Utara ini..hehe

    • Amin mas, semoga bisa balik lagi ya πŸ™‚
      apa lagi bisa ngerasain shalat dan buka bersama di sana, pasti seneng banget.
      sekalian jangan tanggung-tanggung kalau main ke sana mas, gak cukup seminggu keknya buat keliling Medan-nya sampai ke daerah kabupaten πŸ˜€

    • saya ke Medan juga baru sekali nih Bun. Dan kemarin emng mepet banget cuma 3 hari di sana.
      terima kasih, semoga bisa jalan ke Medan dalam waktu dekat ini ya Bun πŸ™‚

  • Saya belum pernah ke Medan πŸ™ Tapi harus, wajib, kudu, bakal ke Medan. Apalagi lihat foto-fotonya aja udah bikin mupeng banget deh. Megah semua. Doakan saya bisa mampir ke Medan secepatnya…

  • Wealah tempat ibadah di medan kok instagramable bgt sik ya, dr masjidnya sampai grejanya.. Dududu, btw kok aj aku jd pengun bgt makan durian ucok ya.. Fttt

    • haha, iya mbak, emng tempatnya menarik dan instagramable gitu.
      duh, durian ucok mah jangan ditanya. aku tengah malam makan 2 buah durian Ucok sama temanku yang orang sana hihi
      ati2 kalo ke Medan, takut ga mau pulang nanti :p

    • terima kasih kak buat apresiasinya πŸ™‚
      yuk keliling Medan lagi, eits tapi ati-ati ya nanti bisa-bisa gak mau pulang hihi
      Medan menarik, punya pesonanya tersendiri.

    • iya mas, bagus-bagus dan indah.
      setiap tempat ibadahnya punya pesonanya sendiri πŸ™‚

      ayo balik ke Medan lg mas, jangan lupa jelajahi wisata religi di sana ya.
      terima kasih sudah mampir mas πŸ™‚

    • wah, amin kak. saya juga ke Medan baru sekali.
      semoga bisa balik lagi ke sana juga, belum ke Toba soalnya πŸ˜€

      terima kasih sudah mampir kak.

    • wah, tinggal di Aceh kak?
      saya waktu itu landing di Medan, lanjut ke Aceh naik bus antar kota terus dari Aceh ke Medan lagi.
      lumayan kak, 12 jam πŸ˜€

      tapi sesekali, sempatkanlah kak πŸ™‚

  • Nggak sampe ke kampungku Li πŸ˜› Siantar city..ha ha ha….Nggak menarik sih kecuali kalau aku ada disana kali ya….Ge er banget…Dari Medan sekitar 3 jam lagi lah ke SIantar kalau nggak macet. Yang enak di Siantar itu makanannya…selain murah rasanya juara…..

    • wah, sayang aku belum sempat berkunjung ke sana Kak Dew.
      kapan rencana pulang kampung? biar aku ikut :p
      udah penasaran sama alamnya Siantar, eh skrng aku penasaran sama makanannya haha

      makasih sudah mampir kak Dew πŸ™‚

  • Aku di Medan cuma beberapa jam, memanfaatkan waktu luang sebelum boarding balik ke Jakarta setelah nugas di karnaval. Padahal pengeeennn banget ke Gereja Annai Velangkanni sama Vihara Maitreya itu :((

    Semoga next time

    • wah, di waktu yg cuma beberapa jam itu sempet keluar bandarakah kak?

      amin, semoga segera terealisasikan ya.
      boleh kabarin juga, kali-kali bisa bareng πŸ™‚

  • Aku malah belum ke gereja Velangkanni sampe sekarang. Padahal udah beberapa kali ke arah sana. Besok deh, sebelum pindah aku kesana

    Mbak Lidia, besok kalo ke Medan lagi coba mampir ke Kuil Shri Mariamman. Karena di Medan, umat Hindu India juga lumayan jumlahnya. Letaknya juga di tengah kota kok

    • Hi Bu Dila, makasih sudah mampir ya πŸ™‚
      Ayo disempatkan buat mampir, gerejanya asli indah banget.

      wahiya, sempat beberapa kali lewatin Kuil Shri Mariamman cuma sayang belum sempat berkunjung ke sana Bu.
      semoga lain kali bisa ke sana πŸ™‚
      makasih rekomendasinya ya Bu.

  • Medan memang sudah metropolitan tapi semrawut dan ya itu, lobangnya banyak hahah…
    Kalau sudah pulang ke Medan, saya emosi jiwa karena macetnya sudah lebih parah dari Jakarta. πŸ™‚

  • Beberapa waktu lalu saya ke Medan tapi gak sempet explore, padahal sebenernya masih bisa wisata religi.
    Next time mungkin saya harus baca blog Mba Liana lagi, biar tau objek wisata di tempat tertentu. Hehehe

    • Wahiya kak Tik.
      Tempat wisata di Kota Medan ada banyak, lebih banyak lagi kalau melimpir ke luar Medan kaya di Prapat, Brastagi dan daerah lainnya πŸ™‚

      Semoga bisa disegerakan ya buat mampir ke Medan.

  • Saya kalau ke Medan, malah tidak pernah terpikir untuk mengunjungi tempat-tempat landmark di sana.
    Karena, yang terbayang hanya, ikan asam manis, lalap pakat, ikan sale, nasi goreng merah, sop kambing wajir, dll πŸ˜€

    • wah, kapan ada waktu bisa coba explore landmark di sana Mas πŸ˜€

      itu kulinernya seru amat ya? hihi
      siang-siang jadi mendadak lapar ini mas.

      terima kasih sudah mampir πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Button