Tjong A Fie Mansion, Menyelami Cerita Kehidupan Seorang Dermawan Asal Medan

Tjong A Fie Mansion, Menyelami Cerita Kehidupan Seorang Dermawan Asal Medan

Berawal dari postingan instagram si Adis, travel blogger yang berhasil bikin gue kepengen pake banget buat berkunjung ke Tjong A Fie Mansion di detik-detik sebelum gue pergi ke Medan.

 

5 tahun lalu gue pernah jalan keliling Sumatera, backpackeran, low budget. Ngegembel. _ Kota pertama yang gue datengin adalah Medan. Waktu itu bandaranya masih di Polonia. _ Keliling Medan, gue akhirnya singgah di sebuah tempat bernama Tjong A Fie Mansion. Dan gue tertarik untuk liat ke dalemnya. Tapi, untuk bisa masuk ke rumah orang paling kaya di Medan jaman dulu ini, gue musti bayar tiket masuk 35.000, dan waktu itu, karena gue masih ngegembel, gak bawa duit banyak, gue meminta untuk masuk gratis ke penjaganya. Penjaganya waktu itu seorang bapak tua. Gue memohon ke dia agar diizinkan masuk tanpa harus membeli tiket. Iya sih, cuma 35rebu. Tapi gue mikir, karena perjalanan gue masih jauh dan lama, dan emang kere, gue gak mau ngeluarin uang buat bayar sesuatu selain makan, transport dan tidur. _ Bapak penjaga itu nolak permintaan gue. Dia bilang, gue harus tetep bayar kalo mau masuk. Dan akhirnya gue cuma bisa liat-liat aja dari luar rumah itu. Foto sedapetnya, dan akhirnya pergi dari Tjong A Fie Mansion dengan rasa sedikit kecewa. _ Hari ini gue balik lagi ke Medan, sampai di Medan pagi hari, gue sarapan di Soto Kesawan, seberang Tjong A Fie. Setelah sarapan, gue sempatin diri buat masuk ke tempat yang dulu pengin gue liat tapi gak bisa karena masalah budget. Gue bayar tiketnya, dan gue beli 1 tiket lagi untuk siapa pun yang ingin main ke Tjong A Fie. Gue titip tiket itu di Mbak penjaganya, yang rambutnya diwarnain cokelat, diiket. Jadi siapa pun yang pengin main ke Tjong A Fie Mansion, dan gak bisa bayar kayak gue dulu, kalo masih ada, silahkan pakai tiket itu. _ Kalian harus main dan liat ke sini, Tjong A Fie Mansion itu keren!

A post shared by Mochamad Takdis (@takdos) on

 

“Den, pokoknya di Medan gue mau ke sini ya!” Text yang gue ketik sekaligus link postingan IG Adis gue kirim melalui WhatsApp ke Dendy, temen backpack gue selama di Medan.

“Gue gak follow ci. Apaan itu?” Tanyanya.

“Postingan tentang Tjong A Fie Mansion. Gue mau ke sana ya. Coba lu search di Google. Menarik Den!” Penjelasan gue.

“Wah, seru tuh. Gue juga mau ke sana. Ada temen gue, cicitnya Tjong A Fie yang lagi marah gara-gara rumah buyutnya diliput sama Trans 7 dan ditayangin tanpa perizinan dari keluarga.” Jawabnya yang bikin gue makin penasaran.

Sampe akhirnya gue cek IG temennya Dendy, namanya Ricco Richeza Prawira Tjong ada postingan dan insta story dia yang isinya kekesalan dia sama stasiun TV lokal itu. Duh, gue malah jadi gosip kan tuh wkwkwk

Yang mau tau detail kisahnya gimana, bisa cek langsung di sini ya.

Nah, setelah kasus itu rasa penasaran gue semakin menjadi-jadi. Pas sampai bandara Medan, kami naik Damri lalu dijemput Bang Tama dan Kak Dita buat makan siang bareng lanjut diantar ke Tjong A Fie Mansion. Tempat wisata di Medan yang pertama dikunjungi dengan perasaan gue yang semakin menggebu-gebu.

 

Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion atau Rumah Tjong A Fie itu merupakan rumah bekas peninggalan Tjong A Fie, tokoh terkenal di Medan dari etnis Tionghoa. Sampai saat ini, rumah berukuran 8.000 meter itu pada bagian belakangnya masih dihuni oleh beberapa keluarga dari cucu Tjong A Fie.

Lokasinya di jantung kota Medan, di pusat bisnis pertokoan daerah Kesawan tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani No.105, Medan Barat. Tjong A Fie Mansion berdiri kokoh persis di pinggir jalan, seberangnya ada restoran Tip Top yang jadi unggulan Kota Sultan Deli itu dan gak jauh dari Stasiun Medan. Kalian bisa ke sini dengan mudah, bisa naik angkutan umum, ojek online ataupun taxi.

Tjong A Fie Mansion diresmikan sebagai objek wisata museum sejak 2009 lalu. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore dengan harga tiket masuk Rp 35.000/ orang. Harganya emang cukup mahal dibandingkan dengan harga tiket masuk museum lainnya di Medan.

 

Tjong A Fie Mansion

Prasasti Tjong A Fie Mansion di sebelah kanan pintu masuk

Tapi cara menikmati museum ini juga beda, kita akan dipandu oleh guide jadi ada penjelasan lengkap dan kita bisa tanya-tanya kalau penasaran. Kalau museum lainnya kan, biasanya kita dibiarkan explore sendiri dan menebak-nebak cerita di balik apa yang kita lihat.

Selain itu memang dibutuhkan biaya perawatan museum beserta barang-barang koleksi di dalamnya. Btw, penasaran ada apa aja di dalam museum? Sebelum gue ajak Kalian explore Tjong A Fie Mansion, Kalian perlu tau dulu siapa Tjong A Fie sebenarnya.

 

Siapa Tjong A Fie?

Sebelumnya gue juga belum banyak tau tentang Tjong A Fie selain ia adalah darmawan kaya asal Medan. Setelah membeli tiket museum, guide-nya menjelaskan sedikit tentang biografi Tjong A Fie saat gue dan Dendy melangkahkan kaki masuk ke dalam museum.

 

Tjong A Fie Mansion

Foto Tjong A Fie di ruang utama rumah

Tjong A Fie, pria kelahiran Tiongkok ini datang ke Indonesia saat berusia 18 tahun untuk menyusul kakaknya yang terlebih dahulu merantau ke Medan. Ia beranjak dewasa dan menjadi orang kepercayaan pemerintah Hindia Belanda. Itulah awal mula kesuksesan hidup Tjong A Fie.

Ia menjadi seorang bankir dan pengusaha yang sukses membangun bisnis besar di bidang perkebunan Sumatera yang mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan. Selain itu, bisnis lain yang ia geluti ada pabrik minyak kelapa sawit, pablik gula sampai perusahaan kereta api.

Tepat di tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai Mayor (setara Walikota) Tionghoa menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan. Ia sangat sukses sehingga ia dihormati dan disegani. Berkat kesuksesannya juga, Tjong A Fie menjadi dekat dengan Sultan Deli, Makmun Al Rasyid serta penjabat-penjabat Kolonial Belanda.

Tjong A Fie juga ikut serta dalam membangun beberapa tempat ibadah di Medan salah satunya Masjid Raya Medan. Ia juga membangun Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin. Sebelum meninggal, Tjong A Fie memberikan seluruh kekayaannya kepada Yayasan Toen Moek Tong untuk membantu pendidikan pemuda-pemudi berbakat di Medan.

 

Tjong A Fie Mansion

Family Tree of Tjong A Fie

Pria kelahiran provinsi Guandong tahun 1860 ini memiliki 3 istri, namun istri yang diakuinya hanya istri ke-3, wanita Tionghoa asal Penang, Malaysia yang memberikannya 7 anak. Nah, yang saat ini menempati Tjong A Fie Mansion bagian belakang itu cucu-cucu dari anak ketiganya. Tjong A Fie meninggal dunia di Medan pada tahun 1921 karena sakit pendarahan di otak.

Intip cantiknya Masjid Raya Medan pas gue Wisata Religi di Kota Medan

 

Ada apa aja di dalam Tjong A Fie Mansion?

Tjong A Fie Mansion

Pintu Masuk Tjong A Fie Mansion

Setelah gue tau sedikit biografi Tjong A Fie dari guide yang memandu, kita masuk ke bagian dalam rumah. Mulai dari ruang utama setelah pintu masuk, terdapat foto Tjong A Fie dalam ukuran besar dan beberapa barang pajangan yang tertata rapih dan bersih.

Terus gue lihat ada foto saat perayaan ulang tahun Tjong A Fie yang ke-60 di tahun 1920 bersama keluarga besarnya. Dibalut dengan pakaian orang Tionghoa zaman dulu dan wajah bahagia mereka yang terekam difoto, gue berasa diajak kembali ke 1 abad yang lalu.

 

Tjong A Fie Mansion

Foto ultah Tjong A Fie ke-60

Lanjut masuk ke bagian rumah yang lain, terdapat ruang pertemuan dengan Sultan Deli yang didesain khusus dengan interior desain Melayu. Berbalut warna kuning, Tjong A Fie memang sengaja mendesain ruangan itu sebagai bentuk penghargaan terhadap persahabatannya dengan Sultan Deli.

 

Tjong A Fie Mansion

Ruang pertemuan dengan Sultan Deli

Guide yang memandu kami terus bercerita dan membawa kami masuk ke ruangan kamar Tjong A Fie. Ada kasur dan pakaian peninggalan Tjong A Fie dan istri, lengkap dengan lemari pakaian, mesin jahit hingga meja rias. Lalu ada ruang keluarga dengan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak.

 

Tjong A Fie Mansion

Kamar Tjong A Fie

Tjong A Fie Mansion

Pakaian Tjong A Fie dan istri

Tjong A Fie Mansion

Ruang keluarga lengkap dengan rak buku

Di bagian belakang Tjong A Fie Mansion, ada ruang makan yang lengkap masih dengan alat makan yang digunakan Tjong A Fie. Terdapat foto-foto zaman dulu di dinding saat Ia makan bersama keluarga di meja makan tersebut.

Dan menariknya ada taman kecil beserta tempat duduknya di bagian belakang rumah. Ruangannya terbuka, supaya cahaya matahari langsung masuk, juga ada berbagai tanaman hijau di dalam pot. Bagian paling belakang ada dapur dengan alat-alat masak tradisonal dan ruang cuci pakaian.

 

Tjong A Fie Mansion

Ruang makan keluarga

Tjong A Fie Mansion

Halaman belakang Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion

Foto diambil di lantai satu. In frame: Dendy

Gue suka kayu-kayu pembatas ruangan di sana, semua masih berdiri kokoh dan keliatan megah. Eits, ini masih kayu asli lho guys! Ukiran-ukirannya masih terlihat jelas dengan tinta berwarna emas. Banyak pahatan hewan dan bunga menghiasi kayu-kayu pembatas di lantai satu ini.

Lanjut naik ke lantai dua, ada beberapa ruang pertemuan dan ruang keluarga. Konon katanya, Tjong Fie ini senang menerima tamu yang berkunjung dan bermalam di rumahnya, jadi tersedia banyak kamar tamu di lantai ini. Gue amazed banget dengan Tjong A Fie karena dia juga sering mengadakan kumpul keluarga di rumahnya. Nah kalau kumpul, ada satu ballroom besar yang dipakai dan dijadikan ruang dansa.

 

Tjong A Fie Mansion

Ruang pertemuan dengan keluarga jauh, lengkap dengan foto-foto

Tjong A Fie Mansion

Galeri foto Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion

Foto diambil di lantai dua. In frame: Dendy

Tjong A Fie Mansion

Ruang tengah Tjong A Fie Mansion

 

Penasaran gak sama Lamreh Aceh yang punya mantra? Ati-ati bacanya!

 

Dari sekian banyak ruangan, yang paling gue suka adalah ruang keluarga. Ruang keluarga di lantai satu dan dua sama-sama dilengkapi dengan foto-foto keluarga Tjong A Fie dan foto-foto acara kenegaraan karena ia memang senang mendokumentasikan hal-hal penting. Ada beberapa ruang untuk sembhayang cuma gue ga diizinin buat mengambil foto. Di sudut lainnya, ada satu ruang terbuka yang saat ini difungsikan untuk pajangan souvenir dan butik yang bisa Kalian beli dan jadikan oleh-oleh.

 

Tjong A Fie Mansion

Ruang keluarga lantai satu

Tjong A Fie Mansion

Ruang keluarga lantai dua

Nah itu dia cerita singkat gue ketika berkunjung ke Tjong A Fie Mansion Medan. Gue pribadi seneng banget punya kesempatan menyelami cerita kehidupan seorang dermawan asal Medan itu. Tjong A Fie, tokoh yang bersejarah di negeri kita. Jadi inget pesan dari Ir Soekarno, “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah.”

 

Tjong A Fie Mansion

Alamat : Jalan Jendral Ahmad Yani No.105, Kesawan, Medan Barat, Sumatera Utara 20236

Jam Buka : Senin-Minggu, 09.00 – 17.00

Harga Tiket Masuk : Rp 35.000/ orang

Telepon : 0813-7516-0031

 

Kalau Kalian gimana, udah mampir ke sini jugakah? Atau ada cerita seru lainnya ketika jalan-jalan ke Medan? Boleh dong share pengalaman Kalian di kolom komentar 😊

Selamat jalan-jalan, jangan lupa cerita!



55 thoughts on “Tjong A Fie Mansion, Menyelami Cerita Kehidupan Seorang Dermawan Asal Medan”

  • Sejujurnya, bayar uang sebesar itu untuk masuk ke sebuah museum akan menjadi sangat setimpal dengan kondisi dalam museum yang bagus, informasi yang kita dapatkan lengkap, dan tentunya guide yang berkualitas.

    Rumahnya bisa awet gitu gimana caranya ya? hahaha

    • iya mas, tadinya sempet kaget. wow! 35 ribu haha
      padahal masuk Istana Maimun aja cuma 10 ribu. tapi setelah keliling dan dapat banyak info, jadi gak nyesel.
      keren, keren parah.

      bisa awet karena dirawat mas dan emng barang-barang jaman dulu kan kualitasnya lebih OK.
      engga kek jaman sekarang yg cepet rusak :’

      btw, makasih sekali mas sudah mampir 🙂

    • bener banget mas, keren.
      coba ada 100 orang kaya beliau di Indonesia ya. pasti maju banget deh.
      sayang susah nemuin yang kaya begitu di jaman sekarang.

      ditunggu tulisannya tentang tempat yang sama ya mas 🙂

    • iya Drew, megah dan emng kudu banget masuk sana. keren!
      semoga bisa disegerakan ya ke sananya 🙂
      many thanks buat apresiasinya, Drew.

    • iya mas, mewah dan harga tiket masuknya juga lumayan nih.
      tapi setelah masnya masuk ke sana, semua rasanya terbayar banget mas, worth it!
      mesti dicoba kalau masnya lagi ke Medan 🙂

  • Unik ya museumnya, isinya tentang sejarah seseorang saja. Bangunan rumahnya antik bgt! Guidenya berarti include dgn tiketnya ya? Pantas lah harganya jg sedikit mahal.

    • iya kak, rumahnya masih berdiri kokoh. kalau gak salah baru 1x renovasi dari bangunan aslinya.
      iya betul, guide sudah include dengan tiket masuk. worth it banget kalau kamu coba mampir ke sana pas lagi di Medan 🙂

    • iya mas, keren banget emng. kekayaannya bener-bener engga terhitung.
      saya 3 jam cukup keliling dan foto mas, udahannya langsung melimpir ke mall, nyari yg adem2 mas.
      Medan puanasnya poll ~

  • Etnik sekali, semuanya masih terjaga, Tjong A Fie sangat dermawan, berjasa pada masa-masa Medan zaman dulu, sayangnya saya belum pernah ke Medan, hiks

    • Iya, keren banget mbak.
      pas ke sana saya aja kagum dengan peninggalan dan cerita sejarahnya.
      semoga segera terealisasi ya mbak ke Medannya 🙂

  • Jadi ini sekalian bayar sekali udah dapet guide ya, Teh. Asik sih jadi bisa lebih tahu tentang tempatnya. Dan bangunan ini unik, udah gitu kebersihannya dijaga, jadi para pengunjung betah juga.

    Ruang tengahnya juga nggak kalau uniknya nih, kasih bangku dan untuk bersantai sepertinya bagus juga..hehe
    Sama, saya juga suka akan ruangan keluarganya, bangkunya yang terlihat lebih pendek membuat betah untuk bersantai, terlebih ditemani secangkir kopi 😀

    • iya kak, harganya sudah include guide 🙂
      setelah keliling-keliling dan dapet info, rasanya uang segitu mah worth it banget.

      keren-keren emang kak, tp engga di semua tempat kita bisa duduk kak.
      di halaman belakang juga enak ya, duduk bareng keluarga, ngopi dan ngobrolin banyak hal 🙂

      terima kasih sudah mampir ya kak.

      • Bener sih, soalnya uang yang dikeluarkan sesuai lah, puas ya, Teh.
        Oh, gitu, mungkin hanya sekedar pajangan ya, meskipun gitu tetap buat foto jadi backgorund juga bagus.
        Setidaknya kalau masih dirawat dipanjang juga masih indah ya, Teh..

        Beuh, udah ngopi bareng keluarga mah rasanya udah PW, dan pasti betah..hehe

    • terima kasih kak buat apresiasinya 🙂
      makasih juga sudah mampir. ini belum ada apa-apanya dibandingkan artikelmu kak.
      terima murid dunia per-blog-an kak?

  • setelah baca ini, berasa jadi keren banget. Harusnya di contoh oleh mueseum2 lain di Indonesia. Pernah masuk ke suatu museum malah bingung gak ada catatan sejarah dan lain-lain. Cuma beberapa bait tulisan dan ternyata memang museumnya sepi pengunjung.. Kebayang dulu beliau sekaya apa, tahun 1920 udah bisa foto2..

    • Iyes kak, bener banget!
      Beberapa kali masuk museum juga gitu, pengunjung dilepas gitu aja.
      Kadang bingung apa maksud dari benda yang dilihat, eh ujung-ujungnya jadi nebak-nebak sendiri deh 😂

      tahun 1920 masih pake kamera analog dan nyucinya aja pasti mahal banget.
      terlalu kaya emang saudagar itu 🙂

      terima kasih sudah mampir dan salam kenal kak.

  • Kamarnya itu kayak istana ya…..walaupun besar tapi susasana kekeluargaannya masih ada, bisa kebayang sih gimana saat 7 anak Tjong A Fie bersama keluarganya sdg pada kumpul. BTW keren banget ulasannya Mba

    • Iya pak, besar dan luas.
      Rasa-rasanya hangat sekali kalau Tjong A Fie sekeluarga kumpul bersama ya pak 🙂

      terima kasih untuk apresiasi dan waktunya karena sudah mampir Pak.

  • Mentereng banget rumah sodagar kaya raya ini,ya….
    Pada jamannya dulu rumah mewah ini pasti paling mencolok.
    Salut sama perjuangan kerja keras Tjong A Fie.

    Ulasannya bagus,kak.

    • setuju kak! gak kebayang ya kalo dulu kita punya tetangga kaya Tjong A Fie.
      udah rumahnya besar banget, orangnya dermawan juga.

      terima kasih buat apresiasi dan waktunya untuk berkunjung ke sini kak 🙂

  • Diliput sama tv kan malah bagus dong, jd tambah terkenal, apalagi mueseum, masah harus pakai izin mau datang? 😀 . Ada ceritanya ga sih mengenai 2 istri Tjong A Fie yg tidak diakui?, bikin penasaran 😀 .

    • masalahnya diliput dan diceritakan gak sesuai fakta Bun. dikasih bumbu-bumbu mistik gitu padahal di Tjong A Fie Mansion engga begitu.
      jelas langsung marahlah cicitnya.

      ada tau cerita 2 istri lainnya Bun tapi taunya sedikit banget.
      jadi kan istri pertama itu namanya Lee, sama istri pertama belum punya anak jadi adopsi anak. dan istri ke 2, namanya Chew dan punya 3 anak. cuma ga di ceritain nih kenapa 3 anak ini engga stay di Medan juga.
      mungkin karena lebih cinta sama istri ke-3 Bun sampai punya 7 anak 😀

      terima kasih sudah mampir dan penasaran ya hihi

  • Bagus banget museumnya.. dan tjong a fie ini beda yaa..biasanya tionghoa kan seringnya pelit..dia dermawan meski kaya raya.

    Sayang, istrinya banyak..tapi yang diakui cuma 1

    • Iya, Tjong A Fie punya sejarah yang berbeda emng Mbak.
      Makin banyak ke sana ke sini jadi makin banyak tau juga soal tokoh bersejarah zaman dulu.

      Ahiya, mungkin bener-bener cintanya cuma sama istri ke-3 Mbak, sampe punya 7 anak 😀

      terima kasih sudah mampir ya mbak 🙂

  • Mbak Lia, kamu berhasil membuatku sama penasarannya.. Duh, kapan hari kl ke Medan mesti mampir kesini nih.. Keren uy, dermawan banget ya ni orang, hhh

  • Selain Tjong A Fie Mansion, tempat Kakak beliau juga bagus Mbak. Cuman emang sampai sekarang belum dibuka lagi buat umum. Namanya Taman Bunga Tjong Yong Hian. Ada makam Tjong Yong Hian dan istri beliau, sama taman bunga plus kolam teratai yang cantik. Ya sekitar 1,5 km lah dari Tjong A Fie Mansion

    • wah makasih infonya Bu, baru tau soal ini 🙂
      dulu sempet dibuka untuk umum Bu? jadi penasaran mau ke sana.

      makasih sudah mampir ya Bu 🙂

  • Rp35.000 kalau bangunannya bersih, terawat, udah sama guide, menurutku worth the price, Li. Museum-museum Indonesia banyak yang murah tapi berdebu, banyak nyamuk, sarang laba-laba.

    Aku belum kesampaian ke sini pas ke Sumatera Utara tahun 2016 lalu. Sempet ke Gedung Lonsum nggak?

    • Iyes setuju kak Matius. Awalnya pas bayar kaya kaget haha maklum backpacker.
      Terus pas diajak keliling sama guide, tau banyak hal dan melihat benda-benda yang masih segitu terawatnya, ternyata 35rb worth the price banget.

      Waktu itu sempet lewatin Gedung Lonsum aja, belum sempet melimpir ke dalamnya.
      Medan macet bgt waktu itu kak dan aku dikejar-kejar jam pulang jadi engga mampir ke sana deh. Padahal penasaran banget pas lewat Kota Tua.

      Nanti kalau ke Medan lagi, jangan lupa mampir ke Tjong A Fie Mansion ya.
      Kutunggu ceritamu 🙂

  • yaelah seru banget… ini vintage sekali… dan bisa dapet informasi sedetail mungkin… bayarnya murah lagi…. huhu. semoga bisa ke sana

  • Keren Mas liputannya. Nostalgic banget liat foto-fotonya. Emang selalu berkesan kalau mengunjungi tempat-tempat bersejarah kayak begini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Button