Lamreh Aceh Punya Mantra yang Bikin Kamu Mau ke Sana!

Lamreh Aceh Punya Mantra yang Bikin Kamu Mau ke Sana!

“Jadi hari ini kita kemana, guys?”

“Lamreh, Kak.”

“Eh, itu akun gosip yang di instagram?”

“Bukan Kak, itu Lambe Turah. Ini Lamreh Aceh. Cantik kali tempatnya.”

“Tapi percuma cantik kalo ga bisa dimilikin…”

😌😌

 

Lamreh Aceh

Pemandangan Tanjung Kelindu dari Lamreh Aceh

 

Nah, ini nih yang namanya Lamreh Aceh. Desa yang berukuran sekitar 300 hektar ini menawarkan pemandangan yang ciamik abis mulai dari Bukit Lamreh, Pantai Pasir Putih, Tanjung Kelindu sampai Pulau Amat Ramanyang yang bisa dilihat dari Tebing Lamreh.

Desa Lamreh Aceh ini terletak di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Untuk bisa mencapai tempat wisata di Aceh ini, Kalian bisa naik motor dari Kota Banda Aceh, jauhnya sekitar 32 Km dengan waktu tempuh 50 menit sampai 1 jam.

Lumayan pegel, gue aja sampe satu kali berenti buat beli minum sekalian meregangkan otot-otot.  Nantinya Kalian akan melewati Pelabuhan Malahayati. Setelah 1 Km dari pelabuhan akan ada papan dengan tulisan “Welcome to Wisata Puncak Tebing” di sebelah kiri jalan.

Kebetulan pas gue ke sana, gue bareng Dendy dan ditemani Alan, Viny dan Booo.ol warga lokal yang lagi hits.

Saat mau masuk ke jalannya, kami perlu bayar uang masuk Rp 10.000/ motor. Cuma karena pergi bareng anak kampung sini sana jadi kami bisa dapet lebih murah, Rp 20.000 buat 3 motor.

Walaupun kami ke sana di weekend pas hari Sabtu, 10 Feb 2018 lalu, hoki banget karena gak banyak pengunjung jadi enggak terlalu ramai. Jadi berasa punya desa sendiri, tapi para lelaki yang mengendarai motor tetap perlu berhati-hati karena jalanannya bener-bener berbatu, berpasir dan turun naik.

So, you have to be careful guys!

 

Lamreh Aceh

Jalanan yang berbatu

Lamreh Aceh

Walau jalan berbatu tapi pemandangannya indah

 

Unfortunately, mungkin karena sedikit yang masuk ke tempat wisata di Aceh ini, pas sampai di Tebing Lamreh kami didatengin sekumpulan warga sana yang menanyakan uang tiket masuk.

Walau udah dibayar, akhirnya kawan kami perlu membayar lagi Rp 20.000 buat 3 motor. Ternyata pungli enggak cuma ada di ibu kota aja 😂

 

Lamreh Aceh

Pemandangan Bukit Lamreh Aceh

Lamreh Aceh

Pemandangan Bukit Lamreh ciamik abis

Lamreh Aceh

Terlihat juga hamparan laut luas di seberang sana

 

Spot pertama yang dikunjungi sesampainya di desa ini adalah Tebing Lamreh. Dari atas tebing sebelah kanan, kita bisa melihat Pantai Pasir Putih nan cantik dan beberapa orang di bawahnya yang lagi mancing.

Ada juga orang yang lagi pacaran, jalan berdua gitu di pinggir pantai. Mereka pasti ngerasa kalau pantai itu cuma milik mereka berdua aja. Dan gue sempet kepikiran kalau foto prewed di sana pasti romantis banget. Yaudah 😌

 

Lamreh Aceh

Cantiknya Pantai Pasir Putih

 

Lalu di sisi kirinya, mata gue disuguhkan pemandangan Tanjung Kelindu. Tanjung Kelindu dalam bahasa Indonesia artinya ujung dunia. Tanjung Kelindu sendiri mulai dikenal sejak November 2014 lalu saat Nadine Chandrawinata menginjakan kaki di sini buat shooting acara My Trip My Adventure.

Dan sejak hari itu, Tanjung Kelindu jadi banyak didatangi wisatawan Aceh maupun wisatawan dari luar Aceh. Foto-fotonya mulai tersebar di media sosial sekaligus menjadi tempat hits anak muda Serambi Mekkah.

 

Lamreh Aceh

Pesona Tanjung Kelindu

 

Gak lama dari Tebing Lamreh, kami lanjut mengintari Desa Lamreh dan berhenti di spot menarik lainnya. Dari spot ini kami bisa melihat Pulau Amat Ramanyang, hamparan laut luas lalu pasang hammock di sana.

Konon katanya berdasarkan cerita yang beredar di orang-orang Aceh, Pulau Amat Ramanyang ini bentuknya seperti Batee Kapai (bangkai kapal raksasa) yang dipercaya sebagai bagian dari cerita Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya.

Sebenernya gue masih penasaran banget, kira-kira ada kapal yang bisa angkut kami ke sana atau engga. Lebih penasaran lagi, ada apa aja ya di pulau yang berada bener-bener di tengah laut itu? Atau adakah temen-temen yang pernah menjelajah sampai ke sana?

 

Lamreh Aceh

Pulau Amat Ramanyang

Lamreh Aceh

Pemandangan dari Tebing Lamreh

Lamreh Aceh

Birunya air laut dari Tebing Lamreh

 

Menghabiskan waktu di sana asik banget, asli. Sinyal hilang dan yang bisa kami lakuin hanya mengobrol sambil menikmati keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Sekalian istirahat setelah melakukan kegiatan yang memacu adrenalin dengan trek yang berliku parah dan sengatan matahari.

Waktu gue berkunjung ke sana sekitar tengah hari setelah makan siang. Mataharinya emang di atas kepala banget tapi cahaya untuk foto sih ciamik abis. Dan emang cuaca di Aceh itu cuma ada panas dan panas banget aja walau ini sebenernya udah masuk musim hujan. Jadi jangan lupa pake sun block ya biar engga item kek gue 😂

Kalian bisa ngabisin waktu sekitar 3-4 jam buat nikmatin waktu di sana. Gue juga sekitar 4 jam di sana. Satu jam dipake buat berpindah-pindah dan 3 jam buat hammock-an di sana. FYI, setelah ngobrol-ngobrol sama warga lokal, waktu yang asik buat berkunjung ke Lamreh Aceh ini pas pagi-pagi banget sekitar jam 6 pagi buat dapetin golden sunrise. Kuylah ke sana, yakali gak kuy!

 

Lamreh Aceh

In frame: @vinyeffendi

 

Kalo kata Dendy mah, Lamreh Aceh ini little Sumba yang ada di Aceh. Jalanannya persis sama. Kaya foto ini yang dia take di Sumba.

 

AFRIKA ? BUKAN! . Tanah Sumba masih menjadi salah satu yang paling berkesan dalam perjalanan saya. Sepanjang perjalanan di tanah ini selalu saja disajikan pemandangan yang indah luar biasa. . Di tempat saya berdiri saat ini misalnya, saya tak tahu pasti nama lokasi ini, yang jelas tempat ini teramat indah. Tempat ini terletak di Sumba Timur, tepat sebelum ditengah perjalanan saya menuju air terjun Tanggedu, surga lain di tanah Sumba. Ketika melewati Puru Kambera, saya melihat banyak sekali pohon yang kering di tengah-tengah padang, sekilas mirip dengan Afrika. Di ujung padang, tampak jelas lautan dengan horizon lurusnya. . Di Padang ini juga banyak sekali hewan berkeliaran, kuda, sapi, babi, burung, ular (mungkin) dan hewan-hewan kecil lainnya. Tak sampai disitu, di tengah-tengah padang purukambera ini juga dibelah oleh sebuah jalan aspal yang mulus, cocok untuk bermain skateboard/pennyboard. . Awalnya saya benar-benar tidak menyangka Indonesia punya tempat seindah ini. Sungguh ini indah kawan. Kalau kau tak percaya kataku, silahkan kau datangi sendiri, kawan. . Trip with @traveney.id #baratdayajourney #traveney

A post shared by Travel Blogger 🌎 Uda Dendy (@baratdaya_) on

 

Anyway, buat teman-teman yang mau berkunjung ke Desa Lamreh Aceh ini, Kalian perlu put a note beberapa hal seperti:

  • Di Desa Lamreh Aceh belum ada toilet dan ga ada rumah warga satu pun. So, Kalian perlu mempersiapkan diri sebelum masuk ke sana.
  • Belum banyak tukang jajan, gue cuma sempet liat 1 tukang jajan aja yang jual kopi dan snack-snack. Ga ada yang jual Indomie apa lagi makanan berat. Jadi Kalian bisa mempersiapkan makanan dari luar dengan catatatan sampahnya jangan dibuang sembarangan ya!
  • Belum ada hotel atau penginapan di Desa Lamreh atau daerah sekitar, jadi kalau mau ke sini Kalian bisa menginap di hotel yang berada di Aceh Besar atau Banda Aceh.
  • Kalau mau camping di sana bisa banget, cuma Kalian perlu urus perizinan dulu ke Kepala Pemuda Desa Lamreh supaya lebih aman dan gak didatengin pas malam hari sama pemuda sekitar.
  • Karena jalanan buat explore Desa Lamreh Aceh ini belum bisa masuk mobil, Kalian bisa explore menggunakan motor dan bisa sewa sekitar Rp 100.000/ hari. Eits, jangan lupa pakai helm dan masker ya karena berdebu banget di sana.
  • Kalau bisa nih, Kalian explore dengan kawan sekitar ya. Kalau pergi sendiri pasti Kalian akan kebingungan jalannya dan pilih spot-spot menarik untuk foto dan hammock-an.
  • Terakhir nih, jangan lupa bawa jaket. Selain buat melindungi Kalian dari panasnya matahari, jaket juga bisa dipake buat melindungi Kalian dari angin di Tebing Lamreh. Bener-bener berangin banget. Karena aku ga mau kamu sakit 😌

 

Nah, ini oleh-olehnya dari trip explore Desa Lamreh Aceh kemarin:

Lamreh Aceh

In frame: @baratdaya_

Lamreh Aceh

Pulau Amat Ramanyang dari kejauhan

Lamreh Aceh

Kapan kita bisa duduk berdua menikmati pemandangan di Lamreh Aceh?

Lamreh Aceh

Bukit Lamreh, little Sumba yang ada di Aceh

Lamreh Aceh

Bebatuan di Bukit Lamreh

Lamreh Aceh

Perjalanan pulang dari Bukit Lamreh

Lamreh Aceh

Warga lokal: @alanismed & @vinyeffendi

 

Ternyata Aceh ga melulu soal kopi dan masjid-nya. Buat gue yang pertama kali ke Desa Lamreh Aceh, asli deh, gue amazed banget. Pesona dan angin sepoi-sepoi-nya seolah membisikan mantra yang bikin gue mau balik lagi. Kalau Kalian akan atau lagi di Aceh, jangan sampai melewatkan tempat wisata di Aceh yang satu ini ya!

Selamat jalan-jalan, jangan lupa cerita!

 



21 thoughts on “Lamreh Aceh Punya Mantra yang Bikin Kamu Mau ke Sana!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Button